Kartu Prakerja Membuat Pentingnya Reskilling dan Upskilling Tumbuh Menjadi Kesadaran Bersama

Posted by

Kartu Prakerja Reskilling Upskilling

Penduduk Indonesia kurang memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri. Kesempatan untuk pelatihan dan pekerjaan belum merata tersedia, apalagi di daerah terpencil. Banyak pula pekerja informal dengan tingkat pendapatan rendah.

Untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan ketangguhan pasar tenaga kerja, pemerintah dan dunia usaha perlu berinvestasi dalam mempersiapkan angkatan kerja untuk menghadapi perubahan di pasar tenaga kerja. Diperlukan program pengembangan kompetensi kerja dan kewirausahaan. Salah satunya, pemerintah Indonesia menyelenggarakan program Kartu Prakerja sejak April 2020.

Penduduk Indonesia kurang memiliki keterampilan yang dibutuhkan industri. Kesempatan untuk pelatihan dan pekerjaan belum merata tersedia, apalagi di daerah terpencil. Banyak pula pekerja informal dengan tingkat pendapatan rendah. Sehingga pekerja yang ingin mempelajari keterampilan baru melalui reskilling dan upskilling seringkali tidak mampu membayar biaya pelatihan, tidak tahu di mana menemukan pelatihan yang tepat, atau memahami betapa bermanfaatnya pelatihan tersebut bagi peningkatan penghasilan mereka.

Lewat Kartu Prakerja, pemerintah berupaya memberdayakan penduduk Indonesia yang berusia 18-64 tahun dengan keterampilan, pengetahuan, dan fasilitas yang diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan. Program ini untuk membantu penduduk yang masih menganggur dan berpenghasilan rendah, serta membuka akses untuk pelatihan dan pekerjaan yang lebih merata.

Peminat yang lulus penyaringan dan verifikasi online lalu menerima sejumlah dana untuk dibelanjakan pada kursus online dan institusi pendidikan. Mereka kemudian terhubung ke ratusan lembaga pelatihan lewat beragam platform digital, di mana mereka dapat mengikuti pelatihan sesuai dengan persyaratan, pengalaman dan tingkat keterampilannya.  Mereka lalu menerima rekomendasi pelatihan atau memilih sendiri sesuai dengan minat. Setelah menyelesaikan pelatihan, mereka menerima sertifikat yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan di industri terkait atau memulai usaha sendiri.

Baca juga :  Pentingnya Big Data dan Kompetensi Ahli Yang Diperlukan

Selain pelatihan, penerima Kartu Prakerja juga dapat melihat ratusan lowongan kerja di website yang dapat disesuaikan dengan pelatihan yang telah diikuti. Sebagai insentif untuk menyelesaikan kursus pelatihan, para peserta juga menerima dana selama empat bulan, yang berfungsi sebagai jaring pengaman untuk biaya kebutuhan selama pelatihan.

Hingga September 2022, Kartu Prakerja telah menjangkau 14 juta orang di 34 provinsi dan 514 kota atau kabupaten dalam 2 tahun pelaksanaannya. Dari jumlah tersebut, 62 persen tinggal di pedesaan dan 18 persen hanya berpendidikan sekolah dasar atau kurang. Lewat program ini pemerintah telah memberi kesempatan kepada mayoritas peserta yang tidak mampu atau tidak pernah mengikuti pelatihan keterampilan sebelumnya.

J-PAL Southeast Asia, Rumah Presisi Indonesia bersama para peneliti dari berbagai lembaga mengadakan survei dan studi independen terhadap Kartu Prakerja. Dalam laporan yang disampaikan pada Desember 2021, para peneliti menyatakan bahwa peserta Kartu Prakerja yang menyelesaikan program menjadi lebih mahir dalam mencari dan mempersiapkan pekerjaan. Sebesar 18 persen peserta memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk memulai pekerjaan baru dan 30 persen memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk memulai bisnis mereka sendiri. Rata-rata, pendapatan bulanan peserta juga naik sebesar 10 persen per bulan.

Sekitar 330 ribu penyandang disabilitas juga merasakan manfaat dari program Kartu Prakerja. Mayoritas dari peserta disabilitas juga belum pernah menerima pelatihan sebelumnya. Sebesar 43 persen tinggal di desa, dan 48 persen tinggal di kabupaten miskin. Setelah ikut program Kartu Prakerja, 34 persen peserta disabilitas berhasil memiliki pekerjaan atau berwirausaha.

Prakarsa Kartu Prakerja Indonesia telah menyatukan lebih dari 300 lembaga pelatihan, 38 pemerintah daerah, 8 kementerian/ lembaga, perguruan tinggi, mitra perbankan, platform digital dan platform lowongan kerja untuk bersama-sama mengatasi tantangan pasar tenaga kerja dan mendorong kewirausahaan. Peran seluruh pihak  sangat penting untuk membuka potensi Indonesia dan memastikan akses yang sama terhadap kesempatan pendidikan sebagai kesiapan menuju masa depan.

Baca juga :  Transformasi Digital dalam Pengembangan Kawasan Industri Hijau

Pendidikan dan pelatihan adalah investasi bagi pertumbuhan ekonomi dan sumber daya manusia. Para peserta pelatihan mendapatkan kompetensi yang mereka butuhkan untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi digital dan menghindari kesenjangan digital. Kartu Prakerja tidak hanya membantu pemulihan dampak PHK dan pandemi, namun juga meningkatkan keterampilan dan daya saing angkatan kerja, pemerataan kesempatan pelatihan, dan turut melahirkan wirausahawan dan lapangan kerja baru. Terlebih lagi, Kartu Prakerja membuat pentingnya reskilling dan upskilling tumbuh menjadi kesadaran bersama.**