Teknologi AI dan IoT Sebagai Fundamental dalam Revolusi Industri

Posted by

Artificial-Intelligence-IoT

Artificial Intelligence dan Internet of Things semakin masif dimanfaatkan dalam mengelola bisnis. Keahlian bidang ini akan semakin dibutuhkan, justru karena semakin penting peran manusia dalam interaksinya dengan teknologi.

Di Indonesia, pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) sudah menjangkau berbagai lini usaha. Kementerian Perindustrian memandang teknologi AI dan IoT sebagai fundamental dalam revolusi industri. Contoh terapan dapat  terlihat dari proses monitoring, kontrol, dan otomasi yang diadopsi oleh  perusahaan manufaktur dan energi. AI dan IoT saat ini berjalan beriringan, akan semakin masif dimanfaatkan dalam mengelola dan mengembangkan bisnis. Cloud Computing dan Cyber Security juga menerapkan AI dan IoT.

Total perangkat yang terhubung dengan Internet of Things (IoT) di seluruh dunia diproyeksikan berjumlah 30-40 miliar pada tahun 2025, sebuah lompatan tajam dari 13 miliar unit pada tahun 2022. Di Indonesia saat ini diperkirakan telah terhubung 400 juta perangkat. Ketua Umum Asioti (Asosiasi IoT Indonesia) Teguh Prasetya mengatakan pasar IoT di Indonesia pada tahun 2022 sudah mencapai USD 26 miliar dan diprediksi mencapai USD 40 miliar pada 2025 mendatang. Penggunaan layanan digital di Indonesia ikut berdampak pada tumbuhnya IoT.

Pemanfaatan teknologi AI dan IoT juga digunakan dalam pemasaran. Salah satunya berupa analisis visual demografi pengunjung sebuah toko untuk mendeteksi minat dan ketertarikannya terhadap sebuah produk atau layanan yang ditawarkan. Hal semacam ini dimungkinkan, karena dari perangkat IoT yang terhubung, dunia bisnis dapat mengumpulkan, mengelompokkan, dan menganalisis data untuk membantu mereka membuat kebijakan dan keputusan yang lebih cepat dan tepat. Berikut ini beberapa contoh lain penerapan dari AI dan IoT.

  • Fungsi monitoring atau memantau perangkat dari jarak jauh sehingga lebih aman, sekaligus mengurangi biaya perjalanan. Sementara jadwal perawatan lebih terprediksi dan kerusakan sistem dapat dihindari dengan fitur analytics.
  • Otomasi proses manufaktur lewat penggunaan sistem kontrol, seperti komputer atau robot. Pengumpulan data menggunakan IoT dan analisa AI memungkinkan otomasi industri yang bekerja 24 jam dengan tingkat kesalahan hingga 0%.
  • Membuat simulasi untuk merancang dan mengelola produk, lalu mengevaluasi dan menyempurnakan desainnya.
  • Area kerja lebih aman dan sehat dengan sensor pemantauan lingkungan, air, cuaca, limbah dan kontaminasi. Sensor juga dapat mengoptimalkan pengelolaan dan konsumsi energi.
  • Meningkatkan kinerja pemasaran, penjualan serta layanan jadi lebih baik melalui analisa data perilaku pelanggan.
Baca juga :  Siap Menghadapi Segala Perubahan dan Tantangan dengan Lifelong Learning

Masih banyak lagi fungsi dan potensi yang bisa dikembangkan di masa depan. Melalui aplikasi digital, manfaat dari AI dan IoT juga semakin dirasakan pada  sektor kesehatan, pendidikan, finansial, transportasi hingga pertanian. Sehingga kompetensi AI dan IoT akan semakin dibutuhkan, apalagi di fase berikutnya yang disebut Society 5.0. dimana fokus pada peran manusia semakin penting.

Kolaborasi manusia dan mesin, memungkinkan manusia untuk bekerja sama dengan mesin dalam proses produksi untuk meningkatkan kinerja dan efisiensi. Sistem konektivitas dikembangkan untuk menghubungkan berbagai perangkat dan sistem dalam lingkungan yang lebih luas, termasuk pemasok, pelanggan, dan komunitas. Dunia industri dan pendidikan perlu menyiapkan banyak tenaga terampil dengan keahlian ini. Interaksi manusia dengan teknologi AI dan IoT sebagai fundamental dalam revolusi industri, akan membawa hasil yang lebih baik dalam pengambilan keputusan, produktivitas, aspek keamanan dan efisiensi biaya.**