Mendorong Upskilling dan Reskilling serta Manfaatnya untuk Perusahaan

Posted by

Upskilling dan Reskilling Perusahaan

World Economy Forum memprediksi bahwa pelatihan akan dibutuhkan oleh setengah dari seluruh karyawan di seluruh dunia pada tahun 2025. Hal ini karena perkembangan teknologi telah mengubah pekerjaan.

Perubahan tren dan perkembangan teknologi memaksa bisnis global untuk menyesuaikan diri. Bagi perusahaan dan tenaga kerja yang berpikir jauh dan lebih dulu siap, tentu akan berkembang lebih cepat. World Economy Forum juga memprediksi bahwa pelatihan akan dibutuhkan oleh setengah dari seluruh karyawan di seluruh dunia pada tahun 2025. Hal ini karena perkembangan teknologi telah mengubah pekerjaan. Maka kebutuhan akan keahlian dan pelatihan menjadi semakin penting baik bagi tenaga kerja maupun bagi perusahaan agar tetap kompetitif. Lebih dari itu, pelatihan tenaga kerja juga memberi banyak manfaat lainnya.

Pada saat ini kualitas dan kompetensi sumber daya manusia (SDM) Indonesia masih rendah karena 56 persen hanya lulusan SD  dan SMP. Untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, ada skenario upskilling dan reskilling yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Upskilling adalah pelatihan untuk meningkatkan keterampilan yang sudah ada, dengan tujuan agar dapat bekerja lebih efektif, efisien dan mempersiapkan tenaga kerja meningkatkan karir yang relevan dengan saat ini. Sedangkan reskilling adalah pelatihan untuk mendapatkan keterampilan baru, tujuannya yaitu untuk mempersiapkan tenaga kerja menjalani peran atau posisi baru yang berbeda dengan saat ini.

Perusahaan yang mendorong karyawannya untuk mendapatkan atau meningkatkan keterampilan, akan memperoleh manfaat dalam hal produktivitas, inovasi, dan retensi karyawan. Berikut ini akan kami uraikan strategi bagaimana mendorong upskilling dan reskilling serta manfaatnya untuk perusahaan.

  1. Memberikan Kesempatan Belajar

Salah satu cara paling efektif yang dapat dilakukan perusahaan untuk mendorong upskilling dan reskilling adalah dengan memberikan kesempatan belajar bagi karyawan mereka. Tawarkan program pelatihan, lokakarya, dan kursus yang terkait dengan bidang atau peran mereka. Perusahaan juga dapat menyediakan akses ke platform pembelajaran online dan fasilitas pelatihan lainnya untuk membantu karyawan mengembangkan keahlian.

  1. Ciptakan Budaya Belajar
Baca juga :  Mengelola Transformasi Digital Dengan Metode Agile

Untuk mendorong upskilling dan reskilling, perusahaan juga harus menciptakan budaya pembelajaran dalam organisasi, secara aktif mempromosikan pembelajaran berkelanjutan dan pengembangan profesional. Program pelatihan tidak menjadi kegiatan yang berdiri sendiri, namun saling terkait dan bisa saja dari inisiatif atau gagasan karyawan. Perusahaan juga dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk berbagi pengalaman, pengetahuan dan keterampilan mereka dengan orang lain, menciptakan forum diskusi, lingkungan belajar yang kolaboratif dan saling mendukung.

  1. Tetapkan Tujuan dan Harapan

Perusahaan membantu menetapkan tujuan dan harapan yang jelas bagi karyawan. Identifikasi dan klasifikasi tingkat kompetensi yang mereka perlukan untuk peran atau posisi tertentu, dan berikan panduan tentang cara memperoleh atau meningkatkan keterampilan ini, yaitu lewat upskilling dan reskilling. Perusahaan juga dapat menetapkan sasaran kinerja yang mengarahkan karyawan pada upskilling dan reskilling, serta memantau  kemajuan menuju sasaran tersebut dari waktu ke waktu.

  1. Tawarkan Insentif

Untuk lebih mendorong upskilling dan reskilling, perusahaan dapat menawarkan insentif seperti bonus, promosi, atau fasilitas tambahan bagi karyawan yang berhasil memperoleh keterampilan atau sertifikasi baru. Hal ini dapat memberikan imbalan nyata bagi karyawan yang menginvestasikan waktu dan upaya untuk meningkatkan keterampilan mereka dan juga dapat memotivasi karyawan lain untuk melakukan hal yang sama.

  1. Mendukung Pengembangan Karir

Perusahaan juga dapat mendukung pengembangan karir dengan memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengeksplorasi peran baru atau jalur karir dalam organisasi. Hal ini bisa berupa bimbingan, pembinaan serta menawarkan kesempatan penugasan. Dengan mendukung pengembangan karir, perusahaan dapat menunjukkan komitmen mereka terhadap kesuksesan dan pertumbuhan jangka panjang karyawan.

Mendorong upskilling dan reskilling dapat membawa banyak manfaat bagi organisasi. Investasi perusahaan dalam pengembangan sumber daya manusia akan membawa manfaat sebagai berikut.

  • Peningkatan produktivitas dan efisiensi.
  • Peningkatan inovasi dan kreativitas.
  • Peningkatan keahlian dan update teknologi.
  • Peningkatan keterlibatan karyawan, motivasi dan kepuasan kerja.
  • Mengurangi biaya perekrutan.
  • Meningkatkan standar, reputasi dan daya saing perusahaan.
Baca juga :  Transformasi Digital dalam Pengembangan Kawasan Industri Hijau

Mendorong upskilling dan reskilling adalah solusi yang saling menguntungkan bagi seluruh pihak. Perusahaan atau organisasi akan merasakan produktivitas dan inovasi yang meningkat, serta retensi tenaga kerja. Organisasi yang memberikan kesempatan belajar, menciptakan budaya belajar, menetapkan tujuan dan harapan, menawarkan insentif, serta mendukung pengembangan karir, juga telah membantu tenaga kerja  memperoleh banyak manfaat dan  keterampilan baru. Perusahaan dan tenaga kerja yang punya keunggulan kompetitif akan berkontribusi besar dalam industri global dan nasional serta mewujudkan perekonomian yang berkelanjutan.**