Strategi Pengembangan dan Rekrutmen Karyawan Melalui Skills Gap Analysis

Posted by

Skills Gap Analysis

Begitu banyak kami temui pimpinan yang merasa bahwa karyawan mereka tidak akan mampu memenuhi persyaratan keterampilan di masa depan. Sementara banyak pekerja merasa bahwa mereka belum sepenuhnya menguasai kompetensinya saat ini.

Tuntutan yang berubah dari tenaga kerja sebagai akibat dari transformasi digital dan perubahan situasi ekonomi menyebabkan kesenjangan keterampilan. Teknologi berubah dengan cepat, dan untuk dapat mengikuti semua  perkembangan baru adalah tantangan. Karena perubahan ini, perusahaan mengharapkan adanya keterampilan baru atau kompetensi yang ditingkatkan dari karyawan. 

Karyawan mungkin tidak dapat menyelesaikan pekerjaan dengan memuaskan karena ada kesenjangan keterampilan. Begitu banyak kami temui pimpinan yang merasa bahwa karyawan mereka tidak akan mampu memenuhi persyaratan keterampilan di masa depan. Sementara banyak pekerja merasa bahwa mereka  belum sepenuhnya menguasai kompetensinya saat ini. Ini menunjukkan bahwa ada masalah pada keterampilan atau kompetensi.

Manajer SDM perlu mengevaluasi tingkat keterampilan karyawan saat ini dan mengukur level kesenjangan terhadap keterampilan yang dituju atau dibutuhkan. Hal ini dapat diperiksa melalui Skills Gap Analysis atau analisis kesenjangan keterampilan. Perusahaan akan memiliki proyeksi akurat serta strategi pengembangan dan rekrutmen karyawan melalui Skills Gap Analysis.

Untuk kepentingan pengembangan, Skills Gap Analysis  dapat membantu perusahaan mengetahui kemampuan apa  yang perlu dikembangkan saat ini dan program pelatihan apa yang tepat bagi karyawan agar dapat bersaing untuk promosi di masa mendatang dan perubahan dunia bisnis. Mengatasi kesenjangan keterampilan akan mengatasi kelemahan, menciptakan keunggulan kompetitif dan meningkatkan produktivitas karyawan.

Pada proses analisis, departemen SDM perlu memahami keterampilan yang dimiliki karyawan saat ini dan membandingkannya dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan. Ini adalah langkah kunci dalam mengembangkan kursus pelatihan yang tepat sebagai bekal karyawan.

Baca juga :  Revolusi Industri 4.0 dan Persaingan Tenaga Kerja

Seringkali perusahaan menunda untuk memulai analisis kesenjangan keterampilan karena akan mengungkap sisi kelemahan. Padahal proses ini dimaksudkan untuk membangun kekuatan dan memperbaiki kelemahan. Selain itu proses analisis juga menjadi hal yang sulit terlaksana karena departemen SDM sudah sibuk dengan tugas sehari-hari, sementara pimpinan kuatir proses analisis ini akan mengganggu produktivitas, dan karyawan merasa takut dan kuatir bahwa pekerjaan mereka dipertaruhkan.

Komunikasi adalah kuncinya, bagaimana hal ini akan membantu karyawan untuk memperoleh keterampilan baru. Mengembangkan kompetensi dapat memberi mereka kepercayaan diri untuk peningkatan karir atau mengambil peran baru dalam organisasi. Penting untuk membangun pemahaman bersama tentang tujuan organisasi dan menjalin komunikasi kepada semua pemangku kepentingan untuk mengatasi  tantangan ini.

Analisis kesenjangan keterampilan dapat memakan waktu lama, berbulan-bulan hingga satu tahun, tergantung lingkup dan perangkat yang membantu proses pengumpulan  informasi agar penilaian akurat. Manajemen SDM dapat menggunakan jasa konsultan atau memanfaatkan teknologi atau perangkat lunak untuk membantu merancang dan melaksanakan proses dan penilaian terhadap kesenjangan keterampilan karyawan.

Saat ini banyak layanan platform atau aplikasi digital yang menyediakan alat evaluasi atau tes kesenjangan keterampilan. Analisis data karyawan yang kompleks menjadi lebih cepat dan obyektif. Ini memungkinkan manajemen untuk bekerja lebih efisien dan akurat untuk mengukur kompetensi sambil membantu perusahaan meningkatkan keterampilan tenaga kerja yang ada. Manajemen juga dapat memetakan pertumbuhan karyawan secara lebih strategis.

Perusahaan dapat mengatasi kesenjangan keterampilan melalui  program pembelajaran dan pengembangan. Dengan mengidentifikasi keterampilan penting yang dibutuhkan, manajemen akan dapat membantu karyawan fokus dengan program upskilling dan reskilling.

Laporan penilaian analisis dibuat berdasarkan evaluasi pre-test dan post-test untuk memeriksa hasil pembelajaran karyawan. Organisasi dapat menggunakan laporan ini untuk melacak perkembangan karyawan mereka dan mengidentifikasi area yang membutuhkan lebih banyak perhatian. Learning Management System (LMS) juga dapat disediakan untuk memudahkan karyawan mengikuti kursus atau pelatihan yang direkomendasikan berdasarkan hasil analisis.

Baca juga :  Mengelola Transformasi Digital Dengan Metode Agile

Strategi pengembangan dan rekrutmen karyawan melalui Skills Gap Analysis menjadi lebih terarah. Selain untuk kepentingan pengembangan seperti uraian diatas, hasil analisis juga akan menjadi  acuan dalam rekrutmen dan perencanaan tenaga kerja strategis. Untuk solusi jangka pendek kesenjangan keterampilan, perusahaan dapat bermitra dengan penyedia tenaga ahli dari pihak eksternal.

Analisis kesenjangan keterampilan membantu mengidentifikasi kebutuhan organisasi saat ini dan di masa mendatang serta membandingkannya dengan potensi bakat yang tersedia. Strategi rekrutmen menjadi lebih selaras dengan sasaran perusahaan, penyaluran bakat dan kualitas keputusan pada rekrutmen pun semakin optimal.**