Siap Menghadapi Segala Perubahan dan Tantangan dengan Lifelong Learning

Posted by

Siap Menghadapi Tantangan Lifelong Learning

Dibutuhkan komitmen dan kebijakan untuk memberi kesempatan belajar bagi setiap individu sekaligus menjawab masalah kesenjangan, agar siap menghadapi segala perubahan dan tantangan.

Proses belajar tidak serta merta berhenti setelah lulus dan mendapatkan ijazah, akan tetapi terus berlanjut sepanjang hidup. Sudah tidak relevan anggapan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan tertentu, maka selesailah proses belajar. Begitu banyak para lulusan yang bingung dalam mengaplikasikan ilmu yang didapat setelah menempuh berbagai jenjang pendidikan.

Seiring perkembangan zaman, bermodal sekolah formal dan ijazah tidak lagi mampu mengimbangi perkembangan zaman. Kita dihadapkan pada perubahan yang sangat masif di era teknologi digital atau revolusi industri. Perubahan ini berlangsung sangat cepat dan global, serta mengubah berbagai sendi kehidupan. Adanya berbagai teknologi terapan seperti artificial intellegence, internet of things, virtual reality, augmented reality, serta collaborative robots (cobots) mampu mengubah pola hidup, cara produksi dan model bisnis di berbagai industri. Tiap individu dituntut  untuk terus belajar dan menyesuaikan diri.

Lifelong Learning adalah upaya terus belajar secara sukarela dan berkelanjutan yang bertujuan untuk pengembangan pribadi, meningkatkan daya saing dan kemampuan kerja. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan ekosistem pembelajaran yang dapat diterapkan di seluruh kehidupan, di setiap lingkungan dan memberi manfaat bagi semua orang melalui peningkatan kapasitas di tingkat lokal dan nasional. Para pemimpin dunia meyakini bahwa manusia akan lebih siap menghadapi segala perubahan dan tantangan dengan lifelong learning.

Kualitas individu dapat ditingkatkan melalui pendidikan dengan metode belajar yang baik, yang melatih  kemampuan berfikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, berkolaborasi, kreatif dan inovatif. Lembaga pendidikan harus bekerja sama dengan dunia industri melalui kegiatan praktik pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) atau bisa melalui magang. Sumber daya manusia kita harus dibiasakan dan didorong untuk brainstorming, membuat ide, merumuskan, menganalisis dan mengevaluasi melalui studi kasus.

Baca juga :  Masalah Kesenjangan Keahlian dalam Pengembangan Kawasan Industri dan Hilirisasi

Kita dituntut untuk senantiasa terus beradaptasi dengan berbagai bentuk perubahan. Maka konsep lifelong learning atau belajar sepanjang hayat menjadi sebuah kebutuhan dan cara pandang yang diadopsi semua pihak. Ini adalah sebuah perspektif optimis agar kita siap menghadapi segala perubahan dan tantangan dengan lifelong learning. Ini juga menjadi  konsep dan kebijakan dimana pemerintah, dunia industri dan lembaga pendidikan saling berperan memberi kesempatan belajar secara luas kepada setiap orang terlepas dari perbedaan usia, minat bakat, dan kebutuhan belajar masing-masing. 

Selain itu, lifelong learning juga diyakini mampu memperluas akses belajar bagi setiap orang, memfasilitasi individu untuk menjadi pembelajar yang aktif, dan mampu meningkatkan peran individu menjadi lebih baik dalam kehidupan sosial.

Konsep lifelong learning menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional di Indonesia yang  dijabarkan Pemerintah ke dalam beberapa kebijakan dan program pendidikan, khususnya melalui sektor non formal dan informal. Misalnya pendidikan kesetaraan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan, pelatihan kerja, pendidikan pemberdayaan perempuan dan sebagainya.

Program yang mendukung konsep lifelong learning di Indonesia masih berpusat pada pendidikan non formal dan informal, belum mencakup pendidikan formal. Untuk menyikapai hal tersebut, pemerintah terus melakukan upaya pembenahan sasaran strategis pada pendidikan tinggi, namun belum ada perkembangan  yang nyata terkait konsep ini untuk pendidikan formal.

Maka melalui Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) dan program pemerintah seperti Kartu Prakerja, Program Kecakapan Kerja (PKK), Program Kecakapan Wirausaha (PKW) dan Program Uji Kompetensi (UJK) menjadi jalan agar terjadi percepatan bahkan lompatan dalam memperbaiki kualitas sumber daya manusia.

Disaat pendidikan formal tidak lagi cukup untuk mengimbangi perkembangan dan perubahan zaman, alternatif pendidikan non formal dan informal dapat memberi kesempatan bagi sumber daya manusia Indonesia untuk mengembangkan dirinya dan meningkatkan keterampilan (upskilling reskilling). Kesempatan ini terbuka bagi semua pihak, baik yang sempat maupun yang tidak sempat mengenyam pendidikan formal. Maka itu harus terus diterapkan dan ditingkatkan kebijakan pembelajaran sepanjang hayat yang komprehensif, penciptaan ruang pembelajaran inklusif, kurikulum dan jalur pembelajaran yang inovatif.

Baca juga :  Peran Strategis LKP Dalam Menciptakan Tenaga Kerja Kompeten dan Produktif

Seiring dengan upaya Indonesia untuk menjadi negara berpenghasilan tinggi, maka dibutuhkan kerja sama, kemitraan dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam membangun industri, membina SDM dan mempersiapkan bonus demografi. Konsep lifelong learning yang memberi kesempatan belajar bagi siapa saja tak memandang usia dan latar pendidikan, juga sekaligus menjawab masalah kesenjangan dan pengangguran di Indonesia. Ini harus tetap menjadi komitmen berkelanjutan baik saat ini dan untuk kebijakan di masa depan.**